Kabarina.com – Pemerintah Provinsi Jambi menggelar peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi dengan memberikan santunan kepada 2.000 anak yatim dan penyandang disabilitas. Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan keberkahan tersebut dilaksanakan di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, Kamis (25/6/2026).

Acara ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jambi, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Korpri, Bank Jambi, serta sejumlah lembaga sosial lainnya. Turut hadir Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I., Ketua Baznas Provinsi Jambi M. Amin, S.K.M., M.Kes., Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, S.E., Ketua MUI Provinsi Jambi Dr. H. Umar Yusuf, M.HI., para kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jambi Al Haris bersama para peserta mengikuti secara daring puncak peringatan 10 Muharram yang diselenggarakan Kementerian Agama RI dengan tema “Lebaran Yatim dan Disabilitas”. Kegiatan nasional ini diikuti secara serentak oleh 34 Kantor Wilayah Kemenag dan 514 kantor Kemenag kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Pada momen tersebut, Provinsi Jambi memperoleh apresiasi dari Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. atas kepeduliannya terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas. Jambi dinilai berhasil mengoordinasikan berbagai potensi lembaga dan elemen masyarakat sehingga mampu menyalurkan santunan kepada sekitar 6.700 anak yatim dan disabilitas yang terdata di seluruh wilayah Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa 10 Muharram merupakan momentum istimewa untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim.

“Hari ini adalah hari rayanya anak yatim. Mereka berhak merasakan kebahagiaan dan kasih sayang dari kita semua,” ujar Al Haris.

Ia menjelaskan, pemberian santunan kepada anak yatim telah menjadi agenda rutin Pemerintah Provinsi Jambi setiap tahunnya. Namun kali ini terasa lebih istimewa karena dilaksanakan bersamaan dengan program nasional Kementerian Agama bertajuk Lebaran Yatim dan Disabilitas.

Al Haris mengungkapkan, sinergi antara Baznas, pemerintah daerah, Kementerian Agama, lembaga amil zakat, dan Bank Jambi memungkinkan terselenggaranya kegiatan yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

“Di sini saja ada sekitar 2.000 anak yatim yang menerima santunan. Sementara secara keseluruhan di Provinsi Jambi terdapat sekitar 6.700 anak yatim dan disabilitas yang terdata, dan masih banyak lagi yang terus kita bantu,” katanya.

Suasana haru dan bahagia mewarnai jalannya kegiatan. Anak-anak yatim yang hadir tampak menikmati berbagai rangkaian acara serta perhatian yang diberikan. Selain santunan, mereka juga mendapatkan jamuan makanan dan menikmati aneka kuliner gratis yang disediakan melalui dukungan berbagai pihak.

Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada para pemilik hotel dan restoran yang turut menyumbangkan sekitar 3.000 nasi kotak. Selain itu, para pejabat dan OPD di lingkungan Pemprov Jambi juga menghadirkan pelaku UMKM yang menyediakan makanan secara gratis bagi anak-anak yatim.

“Anak yatim adalah anak-anak kita semua yang wajib kita santuni, kita bahagiakan, dan kita bantu. Kitalah yang harus menjadi ayah bagi mereka,” tegasnya.

Menurut Al Haris, kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan harapan bagi generasi muda, khususnya anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.

Ia berharap semangat berbagi dan kepedulian yang tercermin dalam peringatan 10 Muharram dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Menanggapi apresiasi dari Menteri Agama, Al Haris menilai penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja sama dan kepedulian seluruh elemen masyarakat Jambi.

“Kita sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Bapak Menteri. Sebenarnya kita tidak membutuhkan pujian, tetapi Alhamdulillah Jambi dinilai mampu mengelola kegiatan ini dengan baik melalui koordinasi yang kuat. Semoga tahun depan puncak peringatan Lebaran Yatim dan Disabilitas dapat digelar di Jambi,” pungkasnya.(*)