Wagub Sani Buka BK Festival UNJA, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Adaptif Generasi Muda
Kabarina.com – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, secara resmi membuka BK (Bimbingan dan Konseling) Festival Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi, Jumat (13/2/2026), bertempat di Gedung Teater Taman Budaya Jambi.
Mengusung tema “Metamorf: Dua Era Menuju Warna Baru”, kegiatan ini menjadi ruang transformasi dan ekspresi mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman melalui pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan inovatif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Jambi, Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UNJA, Pembina dan Ketua Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling (HIMABIKONS) FKIP UNJA, serta para undangan dari kalangan akademisi dan mahasiswa.
Dalam sambutan dan arahannya, Wagub Sani menegaskan bahwa Bimbingan dan Konseling memiliki peran strategis sebagai ilmu dan profesi yang memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.
“Di tengah dinamika perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta tantangan globalisasi yang semakin kompleks, peran bimbingan dan konseling yang profesional dan adaptif menjadi semakin penting dalam mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” ujar Sani.
Menurutnya, konselor dan pendidik masa kini tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepekaan sosial, kecakapan digital, serta kemampuan membimbing generasi muda agar siap menghadapi perubahan tanpa kehilangan jati diri dan nilai budaya bangsa.
Wagub Sani juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Prodi BK UNJA atas terselenggaranya festival ini sebagai wadah kreativitas, pengembangan potensi, sekaligus edukasi tentang pentingnya peran konseling profesional dan beretika.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi sangat mendukung kegiatan kemahasiswaan seperti BK Festival karena selaras dengan visi pembangunan daerah, yakni “Terwujudnya Jambi MANTAP Berdaya Saing dan Berkelanjutan Tahun 2029 di bawah Ridho Allah SWT”, khususnya pada misi ketiga yang menitikberatkan pada penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Momentum BK Festival ini harus dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya oleh mahasiswa sebagai peserta, tetapi juga oleh pimpinan perguruan tinggi dan para pemangku kebijakan untuk memperkuat kolaborasi serta inovasi dalam menghadirkan pendidikan bimbingan dan konseling yang relevan dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
Ia optimistis, melalui sinergi yang kuat, akan lahir generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, berkarakter, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, akademisi UNJA Syamsul Rizal, S.H., M.H. menilai BK Festival sebagai lompatan maju bagi Program Studi Bimbingan dan Konseling. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengembangkan minat dan bakat mahasiswa, tetapi juga turut mendorong pelestarian dan pengembangan seni budaya di Provinsi Jambi.
“Ini kegiatan pertama yang sangat baik. Mudah-mudahan dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Ketua Pelaksana BK Festival, Nabila Zahrani, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar pada 13–14 Februari 2026 dan menjadi wadah pengembangan minat, bakat, serta kreativitas generasi muda.
Rangkaian kegiatan meliputi lomba vokal solo, tari kreasi, stand UMKM, serta pemilihan Bujang dan Gadis BK 2026. Peserta berasal dari pelajar SLTA sederajat, mahasiswa se-Kota Jambi dan Muaro Jambi, serta civitas akademika UNJA.
Tema “Metamorf: Dua Era Menuju Warna Baru” mencerminkan transformasi mahasiswa Bimbingan dan Konseling sebagai pribadi yang adaptif terhadap modernitas, namun tetap berakar pada nilai-nilai tradisional.
Melalui festival ini, diharapkan lahir gagasan-gagasan segar dalam semangat kolaborasi lintas generasi, sekaligus menghadirkan warna baru dalam pembangunan pendidikan di Provinsi Jambi yang berdampak positif terhadap peningkatan kualitas SDM daerah. (*)



