Pemkot Jambi Tegaskan Mekanisme CCTV Kampung Bahagia, Pokja RT Bebas Pilih Vendor
Kabarina.com – Menanggapi Adanya Kegagalan Informasi terkait pengadaan CCTV ditingkat Rukun Tetangga (RT) pada program “Kampung Bahagia” Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menekankan bahwa penentuan spesifikasi CCTV dalam Program Kampung Bahagia bertujuan memastikan seluruh perangkat yang dipasang di tingkat RT dapat terintegrasi dengan sistem Jambi City Operation Center (JCOC).
Saleh Ridha, Juru Bicara Pemkot Jambi yang juga Kepala Diskominfo Kota Jambi mengatakan, Diskominfo hanya bertugas menetapkan spesifikasi teknis, sementara proses pengadaan dan pemilihan penyedia sepenuhnya menjadi kewenangan Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia di masing-masing RT.
“Spesifikasi harus ditentukan oleh Diskominfo karena CCTV Kampung Bahagia akan terintegrasi dengan sistem JCOC yang beroperasi selama 24 jam. Sama seperti pengadaan bentor yang spesifikasinya disampaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup atau pembangunan drainase dan jalan setapak yang spesifikasinya ditentukan Dinas PUPR agar pelaksanaannya tidak salah,” ujar Saleh Ridha, Senin (8/6/2026).
Ia menegaskan, meskipun CCTV menjadi salah satu prioritas untuk mendukung keamanan dan perdamaian lingkungan, keputusan pengadaan tetap berada di tangan Pokja RT.
“Jika ada RT yang berdasarkan hasil musyawarah tidak mengadakan CCTV atau memilih spesifikasi yang berbeda, itu sepenuhnya menjadi keputusan Pokja RT masing-masing,” tegasnya.
Menurut Saleh, penetapan spesifikasi dilakukan agar seluruh CCTV yang terpasang dapat terhubung dan terintegrasi dengan sistem pemantauan milik Pemerintah Kota Jambi.
Terkait pelaksanaannya, Pemkot Jambi juga memberikan keleluasaan kepada Pokja Bahagia untuk menentukan vendor atau penyedia yang akan dipilih.
“Saat ini sudah ada delapan vendor yang bekerja sama dengan Pokja Bahagia. Silakan Pokja memilih. Semakin murah tentu semakin baik, asalkan sesuai spesifikasi dan nantinya dapat terintegrasi ke JCOC,” katanya.
Ia sekaligus membantah informasi yang menyebut hanya ada satu vendor yang mampu memenuhi spesifikasi CCTV yang ditetapkan Diskominfo.
“Informasi bahwa Diskominfo hanya menyediakan satu vendor itu tidak benar. Kami hanya memberikan spesifikasi. Yang penting perangkat yang dipilih sesuai spesifikasi sehingga bisa terintegrasi dengan sistem yang ada di JCOC,” ujarnya.
Saleh menilai program pemasangan CCTV ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Jambi dalam meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat serta mendukung citra Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa yang aman bagi warga maupun pengunjung.
“Selain menjadi program unggulan, program ini juga diarahkan untuk mewujudkan Kota Jambi menjadi salah satu kota paling aman di Indonesia,” sebutnya.
Ia juga menegaskan bahwa Diskominfo tidak memiliki keterkaitan dengan penentuan harga CCTV yang ditawarkan oleh masing-masing penyedia.
“Kami persilakan penyedia yang mampu menawarkan harga lebih murah selama spesifikasinya sesuai. Pokja RT bebas memilih karena semakin murah semakin baik, yang penting spesifikasinya memenuhi syarat,” tutupnya.
Berdasarkan data yang diterima, terdapat delapan vendor yang memiliki perangkat CCTV sesuai spesifikasi yang ditetapkan Diskominfo Kota Jambi, yakni Kobadiyan, Alva Media, Ja Star, CV Pandawa Media Solusindo, Tennet Cipta Persada, CV Duta Computer, CV Lababil, dan Angkasa Jaya CCTV.
Program Kampung Bahagia merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan dan . Melalui program tersebut, setiap RT diberi kewenangan mengelola anggaran melalui Pokja Bahagia, termasuk untuk pengadaan CCTV sebagai sarana menjaga keamanan lingkungan.
Pada tahun 2026, diperkirakan sekitar 1.600 unit CCTV akan dipasang di seluruh RT se-Kota Jambi dan terhubung dengan JCOC. Integrasi ini memungkinkan pemerintah, aparat penegak hukum, ketua RT, hingga masyarakat menyatukan kondisi wilayah secara real time sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.(*)



