Kabarina.com – Gemuruh mesin dan sorak sorai ribuan penonton menutup dengan spektakuler gelaran Wali Kota Cup Race 2026 yang resmi ditutup oleh Wali Kota Jambi, Maulana, Minggu (3/5/2026). Event balap bergengsi ini tak hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga menjelma sebagai magnet besar yang menggerakkan ekonomi dan menyatukan antusiasme masyarakat.

Digelar di Sirkuit Non Permanen Tugu Keris Siginjai, kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah ke-625. Selama dua hari pelaksanaan, sejak 2 hingga 3 Mei 2026, atmosfer kota terasa berbeda dengan euforia otomotif yang begitu kental.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 856 rider dari berbagai daerah ambil bagian dalam kompetisi ini. Jumlah tersebut jauh melampaui target awal 500 peserta, sekaligus menjadikan Wali Kota Cup Race 2026 sebagai salah satu event balap dengan peserta terbanyak di Indonesia. Para pembalap bertarung sengit dalam 20 kelas perlombaan, menyuguhkan aksi-aksi menegangkan yang memacu adrenalin penonton.

Antusiasme masyarakat pun tak kalah luar biasa. Diperkirakan lebih dari 15 ribu penonton memadati area sirkuit sepanjang gelaran berlangsung. Riuh tepuk tangan, teriakan dukungan, hingga deru mesin motor menciptakan harmoni khas balap yang menjadikan event ini sebagai tontonan rakyat yang meriah dan berkelas.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa Wali Kota Cup Race bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari strategi besar Pemerintah Kota Jambi dalam menghadirkan hiburan berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Event Wali Kota Cup ini luar biasa. Selain balap, masih banyak kegiatan lain yang kita siapkan untuk masyarakat, seperti kejuaraan menembak, festival layang-layang, lari tiga danau, mendadak batinju, dan berbagai event menarik lainnya dalam rangka HUT Kota Jambi,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang telah menjaga ketertiban sehingga kegiatan berlangsung aman dan lancar.

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Kota Jambi. Sekitar 15 ribu orang hadir dan semua berjalan dengan tertib. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita sangat dewasa dalam menikmati event besar,” tambahnya.

Di balik kemeriahan tersebut, tersimpan dampak ekonomi yang sangat signifikan. Sebanyak 761 pelaku UMKM dan pedagang turut ambil bagian, memanfaatkan momentum keramaian untuk meningkatkan pendapatan. Dalam kurun waktu dua hari saja, tercatat perputaran uang mencapai Rp1,038 miliar, angka yang mencerminkan geliat ekonomi yang begitu kuat.

Menurut Maulana, capaian ini menjadi bukti konkret bahwa penyelenggaraan event berskala besar mampu menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat.

“Inilah manfaat nyata dari event-event yang kita gelar. Kota Jambi adalah kota perdagangan dan jasa. Semakin banyak event dilaksanakan, maka semakin besar pula dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk terus menghadirkan event-event berkualitas sebagai agenda rutin, sekaligus memperkuat identitas Kota Jambi sebagai kota yang hidup, dinamis, dan penuh kreativitas.

Penutupan Wali Kota Cup Race 2026 bukan sekadar akhir dari sebuah perlombaan, tetapi menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menciptakan perhelatan yang berdampak luas. Dari deru mesin di lintasan hingga geliat transaksi di lapak UMKM, semuanya menyatu dalam satu momentum kebangkitan ekonomi dan kebanggaan daerah.(*)