Kabarina.com – Program Kampung Bahagia yang diinisiasi Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, terus menuai apresiasi luas dari masyarakat. Program unggulan yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan ini dinilai tidak hanya menghadirkan perubahan fisik di tingkat Rukun Tetangga (RT), tetapi juga berhasil membangkitkan kembali semangat gotong royong, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun budaya hidup bersih dan mandiri di tengah masyarakat.

Sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Kota Jambi, Kampung Bahagia dirancang untuk mewujudkan lingkungan RT yang bersih, aman, tertata, hijau, sehat, dan produktif. Lebih dari sekadar program pembangunan lingkungan, Kampung Bahagia menjadi gerakan sosial yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam merencanakan, melaksanakan, hingga menjaga hasil pembangunan di lingkungannya masing-masing.

Melalui pendekatan partisipatif, setiap warga didorong untuk aktif bermusyawarah, menyampaikan gagasan, bergotong royong, dan bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan. Nilai-nilai kebersamaan inilah yang kemudian menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan yang nyaman sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Berdasarkan penelusuran awak media Kabarina.com di sejumlah wilayah Kota Jambi, pelaksanaan Program Kampung Bahagia mendapat sambutan yang sangat positif. Masyarakat merasakan secara langsung manfaat program tersebut, baik dari sisi peningkatan kualitas lingkungan maupun tumbuhnya kembali rasa memiliki terhadap kampung tempat mereka tinggal.

Ketua RT 07 Kelurahan Bakung Jaya, Khoiron Fauzi, mengatakan Program Kampung Bahagia telah menjadi momentum kebangkitan budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Menurutnya, warga kini semakin aktif terlibat dalam setiap kegiatan pembangunan lingkungan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Program ini telah membentuk kembali semangat gotong royong masyarakat. Semua kegiatan diawali dengan musyawarah sehingga setiap keputusan benar-benar lahir dari aspirasi warga. Ini merupakan cerminan nyata persatuan, kebersamaan, sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Khoiron menilai, keberhasilan Program Kampung Bahagia terletak pada keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diberikan ruang untuk berperan aktif sebagai pelaku pembangunan.

“Menurut saya, Kampung Bahagia benar-benar merupakan program yang pro rakyat. Pemerintah memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk membangun lingkungannya sendiri. Ketika warga dilibatkan, rasa memiliki terhadap hasil pembangunan akan semakin kuat,” tambahnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua RT 05 Kelurahan Pall V, Arvandi. Ia menilai Program Kampung Bahagia merupakan wujud nyata kepedulian Wali Kota Maulana terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Menurut Arvandi, salah satu kekuatan program tersebut adalah adanya edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan Operator Pengumpul Sampah Berbasisi Masyarakat (OPBM) yang mengajak warga lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya.

Ia mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penyelesaian persoalan darurat sampah nasional dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Program Kampung Bahagia bukan hanya membangun jalan atau mempercantik lingkungan, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan. Melalui OPBM, warga diedukasi untuk memilah dan mengelola sampah mulai dari rumah tangga. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo bahwa persoalan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Arvandi juga menilai Wali Kota Maulana memiliki visi yang kuat dalam membangun budaya hidup bersih di Kota Jambi.

“Bapak Wali Kota memiliki semangat yang sama dengan Presiden Prabowo. Beliau ingin masyarakat Kota Jambi menjadi masyarakat yang cerdas, disiplin, dan memiliki budaya mencintai kebersihan lingkungan. Semua perubahan besar itu tentu harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan RT tempat kita tinggal,” ungkapnya.

Program Kampung Bahagia kini tidak hanya dipandang sebagai program pembangunan berbasis lingkungan, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang memperkuat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Kota Jambi yang lebih maju. Dengan mengedepankan semangat gotong royong, musyawarah, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan, program ini menjadi bukti bahwa pembangunan akan lebih berkelanjutan ketika masyarakat menjadi bagian utama dari setiap prosesnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Kampung Bahagia diharapkan mampu melahirkan lingkungan-lingkungan yang lebih bersih, sehat, aman, harmonis, serta menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi Kota Jambi sebagai kota yang modern, nyaman dihuni, berdaya saing, dan membahagiakan seluruh warganya.(*)