Kabarina.com – DPRD Kota Jambi menunjukkan perhatian serius terhadap kasus dugaan perundungan di lingkungan sekolah yang viral di media sosial. Peristiwa ini dinilai menjadi cerminan lemahnya sistem pengawasan di dunia pendidikan.

Anggota Komisi IV, Fahrul Ilmi, menegaskan bahwa dari video yang beredar, terlihat pengawasan di sekolah tidak berjalan optimal. Kondisi tersebut dinilai membuka celah terjadinya aksi perundungan di area yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para siswa.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Dari video yang beredar, pengawasan terlihat lemah dan terkesan ada pembiaran,” ujar Fahrul, Jumat (24/04/2026).

Menurutnya, kasus ini tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan peserta didik. Ia menekankan bahwa sekolah semestinya menjadi ruang paling aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang.

Fahrul pun mendesak Dinas Pendidikan Kota Jambi bersama para pengawas sekolah agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan yang ada. Ia menilai langkah pencegahan harus diperkuat guna menghindari terulangnya kasus serupa.

“Kami meminta pengawasan dan pembinaan diperketat. Ini penting agar praktik perundungan bisa dicegah sejak dini,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut peristiwa ini harus dijadikan momentum untuk melakukan pembenahan dalam sistem pendidikan, khususnya dalam pengawasan perilaku siswa serta penguatan pendidikan karakter di sekolah. Peran guru dinilai sangat penting dalam mendeteksi potensi konflik antar siswa sebelum berkembang menjadi tindakan kekerasan.

“Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi anak-anak. Tidak boleh ada pembiaran yang membuat kasus seperti ini terus berulang,” tambahnya.

Sebelumnya, publik di Kota Jambi dihebohkan dengan beredarnya video dugaan perundungan di salah satu sekolah. Video tersebut memicu perhatian luas dan mendorong berbagai pihak untuk segera mengambil langkah tegas.(*)