Kabarina.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Provinsi Jambi. Di bawah kepemimpinan Al Haris, Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 Provinsi Jambi resmi mengalami peningkatan signifikan. Skor Jambi naik dari 3,38 menjadi 3,46, sebuah lonjakan yang mencerminkan konsistensi pembangunan dan penguatan fondasi ekonomi daerah.Penghargaan tersebut diserahkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam seremoni resmi yang digelar di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo. Acara bergengsi itu turut dihadiri Kepala BRIN Prof. Arif Satria, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.

Bagi Al Haris, capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari kerja kolektif seluruh elemen daerah. Pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dinilai berhasil menjaga stabilitas pembangunan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta memperkuat sektor-sektor produktif.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Namun kita tidak boleh berpuas diri. Kita harus terus memperkuat daya saing di setiap kabupaten dan kota,” tegas Al Haris penuh optimisme.

Ia menekankan bahwa IDSD menjadi indikator penting dalam mengukur kapasitas daerah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat, inovatif, dan kompetitif di tengah dinamika nasional maupun global.

Beberapa indikator utama yang menopang peningkatan skor Jambi antara lain:

• Sektor Kesehatan – peningkatan layanan dan akses kesehatan masyarakat.

• Sektor Pendidikan – penguatan kualitas SDM melalui pendidikan yang lebih merata.

• Sektor Ekonomi dan Pasar – stabilitas harga dan pertumbuhan aktivitas perdagangan.

• Sektor Tenaga Kerja – peningkatan produktivitas serta peluang kerja.

Kinerja positif di sektor-sektor tersebut dinilai menjadi fondasi kuat bagi Jambi dalam memperkuat daya saing regional.

Lebih jauh, Al Haris secara tegas menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk tidak sekadar mengikuti tren, tetapi melakukan langkah-langkah strategis yang terukur. Mulai dari penguatan investasi daerah, kemudahan perizinan, inovasi pelayanan publik, hingga optimalisasi potensi unggulan lokal.

Menurutnya, daya saing tidak hanya dibangun lewat infrastruktur fisik, tetapi juga melalui reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sinergi provinsi dan kabupaten/kota adalah kunci. Kalau semua bergerak bersama, saya yakin Jambi bisa naik kelas dan semakin diperhitungkan secara nasional,” ujarnya.

Dengan tren peningkatan ini, Pemerintah Provinsi Jambi optimistis mampu terus memperbaiki peringkat IDSD di tahun-tahun mendatang. Al Haris menegaskan bahwa visi besarnya adalah menjadikan Jambi sebagai daerah yang produktif, kompetitif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Capaian IDSD 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi pembangunan dan memastikan setiap kabupaten/kota memiliki daya ungkit ekonomi yang berkelanjutan.

Jambi tidak hanya ingin tumbuh—tetapi tumbuh dengan kualitas, inovasi, dan daya saing yang kuat.(*)