Kabarina.com – Direktur Utama Perumda Tirta Mayang menjadi salah satu tokoh daerah yang turut hadir dalam ajang internasional bergengsi United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 6 hingga 10 Mei 2026.

Kehadiran Dirut Perumda Tirta Mayang dalam forum dunia tersebut menjadi bentuk komitmen nyata dalam mendukung penguatan kerja sama antardaerah, khususnya di bidang pembangunan perkotaan berkelanjutan, pengelolaan pelayanan publik modern, serta ketahanan air bersih di kawasan Asia Pasifik.

Forum internasional UCLG ASPAC 2026 diikuti delegasi dari 13 negara dan 27 kota di kawasan Asia Pasifik. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bersejarah bagi Kota Kendari yang untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah forum internasional berskala global tersebut.

Di sela kegiatan, Direktur Utama Perumda Tirta Mayang menegaskan bahwa forum internasional seperti UCLG ASPAC memiliki peran penting dalam memperluas jejaring dan membuka ruang kolaborasi antar daerah di tingkat global.

Menurutnya, saat ini daerah tidak lagi hanya menjadi pelaksana kebijakan pembangunan, melainkan telah berkembang menjadi aktor penting yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi terhadap berbagai tantangan perkotaan modern.

“Forum ini menunjukkan bahwa daerah memiliki posisi strategis dalam membangun kerja sama internasional. Kota-kota di Indonesia kini mulai tampil aktif membawa gagasan dan solusi, mulai dari penguatan pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, hingga ketahanan air bersih,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Dirut Perumda Tirta Mayang juga menilai pelaksanaan UCLG ASPAC 2026 menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional, baik di sektor investasi, pariwisata, ekonomi kreatif, maupun pengembangan UMKM lokal.

Ia menyebut Indonesia memiliki kekuatan besar sebagai negara kepulauan dengan kekayaan budaya, potensi maritim, dan biodiversitas yang mampu menjadi daya tarik global di kawasan Asia Pasifik.

Rangkaian kegiatan UCLG ASPAC 2026 sendiri diisi dengan berbagai agenda strategis seperti diskusi global, pertemuan bilateral antardaerah, pameran UMKM, hingga festival budaya yang menampilkan keberagaman tradisi Nusantara.

Adapun negara yang turut ambil bagian dalam forum tersebut yakni China, South Korea, Nepal, Malaysia, Philippines, Turkey, India, Bangladesh, Japan, Singapore, Thailand, Maldives, dan Kiribati.(*)