Kabarina.com – Suasana di kawasan ikonik Tugu Keris Siginjai, Kota Jambi, tampak berbeda pada Jumat pagi (13/3/2026).  Ratusan warga memadati lokasi untuk mengantre secara tertib demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Polda Jambi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah serentak secara nasional yang diinisiasi Mabes Polri guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Sebelum kegiatan dimulai, seluruh jajaran mengikuti konferensi video bersama Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo yang memimpin langsung pelaksanaan GPM dari Jakarta.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa Polri harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi lonjakan kebutuhan bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.

Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Di lokasi kegiatan, sejumlah pimpinan daerah turut hadir mengikuti arahan tersebut, di antaranya Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali, Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani, Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Infanteri Nyamin, serta Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM.

Sebagai bentuk aksi nyata di lapangan, Polda Jambi bersama Polres jajaran menyalurkan sedikitnya 16,5 ton beras berkualitas kepada masyarakat. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali kepada perwakilan warga.

“Program ini merupakan langkah konkret Polri bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan bahan pokok akibat kenaikan harga menjelang Lebaran,” ujar Brigjen Pol. B. Ali kepada awak media.

Selain beras, pasar murah tersebut juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Di antaranya beras SPHP seharga Rp50.000 per 5 kilogram, beras premium Rp75.000 per 5 kilogram, minyak goreng MinyakKita Rp15.000 per liter, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta tepung terigu Rp11.000 per kilogram.

Wakapolda menambahkan, kegiatan Gerakan Pangan Murah ini digelar secara serentak di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Dalam pelaksanaannya, Polda Jambi bekerja sama dengan Perum Bulog sebagai penyedia stok, serta didukung oleh TNI, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam proses distribusi kepada masyarakat.

Wakil Gubernur Jambi, H. Abdullah Sani, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai program pasar murah sangat membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga bahan pokok menjelang hari raya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami sangat berterima kasih kepada Polri. Kehadiran pasar murah ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga bentuk perlindungan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut di wilayah Kota Jambi. Menurutnya, Gerakan Pangan Murah memiliki dampak positif bagi masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Polda Jambi yang memilih lokasi di pusat Kota Jambi. Ini sangat membantu warga, apalagi menjelang Lebaran biasanya jumlah konsumsi meningkat karena banyak perantau yang pulang kampung,” kata Maulana.

Ia juga menekankan pentingnya pengendalian inflasi melalui ketersediaan bahan pangan yang cukup dengan harga terjangkau.

“Dengan adanya intervensi harga seperti ini, kita dapat menekan laju inflasi daerah. Warga tidak perlu panik membeli bahan pokok karena pemerintah dan Polri memastikan stok tersedia dengan harga yang wajar,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa Polri berkomitmen mendukung penuh upaya menjaga stabilitas pangan.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan perasaan tenang dan nyaman,” ujar Erlan.

Ia berharap sinergi lintas sektor antara Polri, pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait dapat terus diperkuat untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya selama periode menjelang hingga setelah Lebaran.(*)