Kabarina.com – Suasana halaman Parkiran Maulidia Convention Center, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, tampak berbeda pada Kamis (26/2/2026). Ratusan warga memadati lokasi untuk menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bazar Ramadan 1447 H/2026 M yang digelar penuh semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Kota Jambi Fraksi PAN, Menno Eka Desthya, SST, MKM, ini berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jambi serta sejumlah pihak terkait. Sejak dibuka perdana, antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Warga dari berbagai penjuru Telanaipura bahkan datang lebih awal demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Gerakan Pangan Murah menjadi magnet utama dalam kegiatan tersebut. Berbagai komoditas strategis tersedia dengan harga di bawah pasaran, mulai dari minyak goreng murah, beras, gula, telur, hingga gas elpiji subsidi.

Untuk mendapatkan gas elpiji subsidi, masyarakat hanya perlu membawa KTP, kemudian akan dibantu petugas dalam proses pendataan. Skema ini dilakukan untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Menno Eka Desthya mengungkapkan rasa syukur dan bangganya melihat respons masyarakat yang sangat positif terhadap program ini.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Ini membuktikan bahwa kebutuhan akan pangan murah sangat tinggi. Harganya terjangkau, barangnya lengkap, dan pelayanan kita upayakan maksimal. Ke depan, kami berharap Gerakan Pangan Murah ini bisa kembali kita adakan secara berkala,” ujarnya penuh optimisme.

Ia juga mengapresiasi peran Lurah Pematang Sulur dan Camat Telanaipura yang aktif menyosialisasikan kegiatan ini sehingga gaungnya sampai ke masyarakat luas.

Tak hanya fokus pada stabilisasi harga pangan, kegiatan ini juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan melalui Bazar Ramadan UMKM. Deretan tenda UMKM lokal menghiasi lokasi acara, menawarkan beragam produk kuliner berbuka puasa, jajanan tradisional, minuman segar, hingga produk kreatif khas warga Telanaipura.

Menurut Menno, seluruh pelaku bazar merupakan UMKM setempat. Hal ini sengaja dilakukan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat di tingkat kecamatan.

“Bazar di sini adalah UMKM setempat, dari rakyat untuk rakyat. Kita ingin Ramadan ini bukan hanya tentang ibadah, tapi juga tentang perputaran ekonomi masyarakat. Untuk bazar UMKM, insyaallah kita buka setiap hari selama Ramadan 2026,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran bazar ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil sekaligus memberikan alternatif belanja yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah. Suasana penuh kehangatan terlihat dari interaksi warga yang saling berbincang sembari berbelanja kebutuhan sahari-hari.

Dengan konsep kolaboratif antara legislatif, pemerintah, dan masyarakat, Gerakan Pangan Murah serta Bazar Ramadan 1447 H/2026 M menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun kesejahteraan bersama.

Menno berharap, kegiatan serupa dapat terus diperluas cakupannya di masa mendatang agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar. Ketika harga terkendali, UMKM bergerak, dan masyarakat tersenyum, di situlah esensi pengabdian kepada rakyat,” pungkasnya.(*)