Kabarina.com – Cek Endra Melalui Juru Bicara DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Jefri Bentara Pardede, menegaskan bahwa penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan dan ketahanan energi nasional. Senin (16/03/2026).

Menurut Jefri, Bahlil yang saat ini menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, resmi dilantik sebagai Ketua Harian DEN periode 2026–2030 oleh Presiden Prabowo Subianto pada 28 Januari 2026 di Istana Negara.

Dalam struktur DEN, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai Ketua, sementara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Ketua. Adapun Bahlil dipercaya memimpin operasional lembaga strategis tersebut sebagai Ketua Harian.

“Penunjukan Bapak Bahlil Lahadalia tentu didasarkan pada kapabilitas dan pengalaman beliau di sektor energi dan investasi. Posisi ini sangat strategis karena berkaitan langsung dengan masa depan ketahanan energi Indonesia,” ujar Jefri.

Ia menjelaskan, sebagai Ketua Harian DEN, Bahlil memimpin perumusan arah kebijakan energi nasional, memperkuat ketahanan energi, serta memastikan Indonesia menuju kemandirian dan swasembada energi.

Salah satu agenda besar yang tengah didorong pemerintah melalui DEN, lanjutnya, adalah peningkatan cadangan energi nasional, khususnya BBM. Saat ini, cadangan BBM Indonesia berada di kisaran 21 hari dan ditargetkan meningkat menjadi minimal tiga bulan sebagai standar ketahanan energi negara.

“Target peningkatan cadangan BBM dari 21 hari menjadi tiga bulan merupakan langkah besar menuju kedaulatan energi nasional,” katanya.

Dalam menjalankan tugasnya, Bahlil didampingi 15 anggota DEN yang terdiri dari tujuh perwakilan menteri dan delapan unsur pemangku kepentingan energi nasional. Struktur ini dirancang agar kebijakan energi disusun secara komprehensif dan melibatkan berbagai pihak strategis.

Namun di tengah upaya tersebut, Jefri menilai munculnya serangan informasi tidak benar terhadap Bahlil di ruang publik patut diwaspadai. Ia menyebut, dinamika geopolitik global yang memanas turut memengaruhi stabilitas energi dunia, sehingga Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang kuat.

“Ketika pemerintah fokus memperkuat kedaulatan energi, justru muncul berbagai hoaks dan disinformasi yang menyerang pribadi Ketum Bahlil. Ini tidak bisa dianggap sekadar kritik biasa,” tegasnya.

Ketua DPD Golkar Provinsi Jambi, Cek Endra, melalui juru bicaranya juga mengingatkan seluruh kader Partai Golkar untuk aktif meluruskan informasi yang tidak benar di ruang publik, khususnya media sosial.

Menurut Jefri, hoaks dan disinformasi berpotensi memecah belah masyarakat jika tidak disikapi secara bijak.

“Hoaks yang terus digulirkan sangat berbahaya. Masyarakat bisa terpapar narasi adu domba yang didorong kepentingan tertentu, bahkan berpotensi terkait kepentingan asing yang tidak menginginkan Indonesia kuat secara energi,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader Golkar, khususnya di Provinsi Jambi, untuk berada di garda terdepan dalam meluruskan informasi dan melawan narasi menyesatkan.

“Ketua Umum Bahlil Lahadalia sedang menjalankan mandat negara untuk mengawal kedaulatan energi nasional. Kader Golkar harus aktif meluruskan informasi dan melawan disinformasi,” katanya.

Ia menegaskan, kedaulatan energi merupakan fondasi penting bagi masa depan bangsa.

“Energi adalah urat nadi pembangunan nasional. Ketika kedaulatan energi kuat, maka kedaulatan ekonomi dan masa depan bangsa juga akan semakin kokoh,” pungkasnya. (*)