Kabarina.com – Upaya menanamkan nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) sejak dini terus diperkuat di Kota Jambi. Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Jambi menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi pelajar di Kota Jambi, Kamis (16/04).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah Karunia Global School Kota Jambi tersebut diikuti oleh pelajar dan guru dari berbagai Sekolah Menengah Atas(SMA). Acara Tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, SE, MA, serta Direktur Penguatan Kapasitas HAM MKPU, Giyanto, S.IP, M.Si, dan secara resmi membuka kegiatan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jambi, Sukiman, SH, MH, menegaskan bahwa program ini bertujuan membangun kesadaran HAM di kalangan generasi muda sebagai langkah preventif terhadap berbagai potensi pelanggaran di masa depan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan pemahaman HAM sejak dini, sehingga pelajar mampu menjadi agen perubahan dalam mencegah pelanggaran HAM di lingkungan mereka,” ujarnya.

Sukiman juga mengungkapkan bahwa Provinsi Jambi saat ini mendapatkan 10 titik program bantuan HAM, dengan dua di antaranya berada di Kota Jambi. Ia berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar program tersebut dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Penguatan Kapasitas HAM MKPU, Giyanto, menekankan pentingnya pendidikan HAM sebagai bagian dari program nasional. Ia menyebut, pihaknya akan membentuk Komunitas Pelajar Pecinta Hak Asasi Manusia (KOPETA HAM) sebagai wadah bagi pelajar untuk aktif mengkampanyekan nilai-nilai HAM.

“KOPETA HAM diharapkan menjadi motor penggerak dalam mencegah pelanggaran HAM di kalangan pelajar, seperti bullying dan berbagai bentuk kekerasan lainnya,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kementerian HAM tersebut. Ia menilai program ini sangat relevan dalam memperkuat karakter generasi muda di tengah keberagaman Kota Jambi.

Diza mengungkapkan, Kota Jambi menjadi salah satu daerah penerima program bantuan HAM yang akan dilaksanakan di Kelurahan Mayang Mangurai dan Kasang Jaya. Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, akan memastikan program tersebut berjalan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.

“Nanti akan melibatkan pihak kecamatan, kelurahan, RT, hingga sekolah dan komunitas agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Diza, sebagai daerah yang heterogen, Kota Jambi membutuhkan sinergi lintas sektor untuk meminimalisir berbagai potensi pelanggaran HAM, termasuk praktik bullying di kalangan pelajar.

“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan melibatkan berbagai elemen, kita harapkan kesadaran HAM dapat tumbuh kuat dan berdampak nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami ingin program ini benar-benar hidup di tengah masyarakat, termasuk dengan melibatkan komunitas anti-bullying, sehingga dampaknya bisa dirasakan secara langsung,” pungkasnya.(*)