Kabarina.com – Bank Jambi bersama Bank BJB memperkuat sinergi antarbank pembangunan daerah melalui kerja sama penyaluran kredit kepada masyarakat dengan skema Joint Financing (JF). Jakarta, 19 Mei 2026, Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan pembiayaan yang lebih mudah diakses, transparan, dan berkelanjutan.

Direktur Konsumer dan Ritel Bank BJB, Nunung Suhartini mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi antarbank pembangunan daerah guna mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, melalui skema joint financing, Bank Jambi dan Bank BJB melakukan pembiayaan bersama untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit, memperluas akses layanan keuangan, serta memperkuat efisiensi layanan perbankan kepada masyarakat.

“Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja bisnis Bank Jambi dan Bank BJB melalui penguatan kolaborasi dan pengembangan portofolio pembiayaan secara bersama,” ujarnya dikutip dari laman Bank Jambi, Selasa (19/5/2026).

Ia menambahkan, sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen kedua bank dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan bisnis antarbank daerah, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan solusi layanan keuangan yang lebih optimal dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat dengan proses yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, Bank Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan perbankan yang adaptif, kolaboratif, dan mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan sektor pembiayaan masyarakat.

Diketahui, hingga September 2025 realisasi kredit dan pembiayaan Bank Jambi mencapai Rp9,90 triliun atau tumbuh 2,20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut diiringi kenaikan non performing loan (NPL), di mana NPL gross meningkat dari 2,05 persen menjadi 2,22 persen, sedangkan NPL net naik dari 0,74 persen menjadi 0,81 persen. Meski demikian, kualitas kredit Bank Jambi masih tergolong sehat karena berada jauh di bawah ambang batas regulator sebesar 5 persen.

Dari sisi funding, dana pihak ketiga (DPK) Bank Jambi juga mengalami pertumbuhan signifikan. Per September 2025, DPK menembus Rp10,84 triliun atau tumbuh 19,28 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di angka 8,4 persen.

Seiring dengan kinerja intermediasi yang terus menunjukkan tren positif, aset Bank Jambi turut mengalami lonjakan signifikan. Hingga September 2025, total aset perseroan tercatat mencapai Rp15,15 triliun atau tumbuh 20,43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp12,58 triliun.(*)