Kabarina.com – Upaya perbaikan sistem digital yang dilakukan Bank 9 Jambi mulai menunjukkan hasil positif. Memasuki sepekan pasca Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas pelayanan di sejumlah kantor cabang terpantau semakin stabil. Antrean di bagian teller maupun customer service pun berangsur kembali normal, Senin (30/03/2026).

Perbaikan ini menjadi bukti keseriusan Bank Jambi dalam menjaga kualitas layanan kepada nasabah. Di tengah proses pemulihan pasca gangguan sistem sebelumnya, pihak bank 9 Jambi terus memastikan seluruh transaksi keuangan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Pengamat ekonomi dan perbankan, Laila Farhat, S.E., M.M., menegaskan bahwa kondisi perbankan tidak bisa dinilai hanya dari persepsi jangka pendek akibat gangguan layanan.

“Gangguan sistem tidak serta-merta bisa dikategorikan sebagai krisis kepercayaan, apalagi sampai pada kondisi insolvensi. Dalam manajemen risiko perbankan, ini termasuk operational risk, bukan solvency risk,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingkat kesehatan bank diukur melalui sejumlah indikator utama, seperti Capital Adequacy Ratio (CAR) untuk menilai kekuatan modal, Non-Performing Loan (NPL) untuk kualitas kredit, serta Return on Assets (ROA) yang mencerminkan tingkat profitabilitas.

“Selama rasio-rasio tersebut berada dalam batas aman yang ditetapkan regulator, maka bank tetap dalam kondisi sehat dan stabil,” tambahnya.

Meski layanan mulai pulih, nasabah diimbau untuk lebih teliti sebelum mendatangi kantor cabang. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah masa berlaku kartu ATM guna menghindari antrean yang sebenarnya bisa dicegah.

Salah seorang nasabah mengaku layanan bank 9 Jambi semakin baik, kini ia tidak lagi mengantre lama di layanan customer service. Namun, setelah dilakukan pengecekan, kartu ATM miliknya ternyata sudah tidak aktif dan harus diganti.

“Saya kira masih bisa dipakai karena sebelumnya tidak ada kendala saat transaksi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, petugas customer service menjelaskan bahwa sebagian kartu ATM memang telah dinonaktifkan pasca insiden sebelumnya, sehingga nasabah diwajibkan melakukan penggantian kartu baru.

“Untuk kartu baru saat ini sudah tersedia, namun stoknya masih terbatas. Beberapa nasabah diminta meninggalkan nomor kontak agar bisa dihubungi ketika kartu sudah siap,” terang petugas.

Kondisi ini menjadi pengingat bagi nasabah agar lebih memperhatikan status kartu ATM sebelum mengakses layanan langsung di bank. Dengan demikian, waktu dan tenaga dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.

Di sisi lain, Bank Jambi diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan seiring dengan proses pemulihan sistem yang masih berlangsung, guna menjaga kepercayaan serta kenyamanan nasabah.(*)