Kabarina.com – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti pelaksanaan Halalbihalal Himpunan Keluarga Kerinci (HKK) Nasional Provinsi Jambi yang digelar di GTC Thaha Inn, Kamis (14/05/2026). Agenda tahunan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh itu berlangsung meriah dan dipadati tokoh masyarakat, mahasiswa, akademisi, hingga keluarga besar perantau Kerinci-Sungai Penuh yang bermukim di Kota Jambi.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh di tanah rantau. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dari lintas generasi semakin menegaskan kuatnya ikatan emosional masyarakat Kerinci di Provinsi Jambi.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, serta Bupati Kerinci yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci. Hadir pula sejumlah tokoh masyarakat, organisasi keluarga besar Kerinci, para sesepuh, hingga kalangan mahasiswa dan akademisi asal Kerinci dan Sungai Penuh.

Ketua HKK Nasional Provinsi Jambi Kombes. Pol. (Purn). Drs. H. Herman Ismail, S.H., M.H mengatakan, halalbihalal bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang besar untuk menjaga kebersamaan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh di perantauan.

Menurutnya, HKK harus mampu menjadi rumah besar yang mempersatukan seluruh masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh tanpa memandang latar belakang maupun profesi.

“Halalbihalal ini bukan hanya tradisi tahunan, tetapi momentum memperkuat persatuan dan menjaga nilai budaya Kerinci agar tetap hidup di tengah masyarakat perantauan,” ujarnya.

Herman Ismail menyebut jumlah masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh yang berada di Kota Jambi saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 37 ribu jiwa. Karena itu, kekompakan dan solidaritas dinilai menjadi modal penting yang harus terus dijaga.

Ia menilai karakter masyarakat Kerinci sejak dahulu dikenal memiliki solidaritas tinggi, terutama dalam menjaga hubungan kekeluargaan dan budaya di tanah rantau.

“HKK tidak boleh hanya hadir saat acara seremonial. Organisasi ini harus menjadi ruang kolaborasi, ruang kebersamaan, dan ruang kontribusi nyata bagi masyarakat maupun daerah,” tegasnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diwarnai berbagai penampilan seni budaya khas Kerinci yang sukses membangkitkan rasa nostalgia masyarakat perantauan.

Salah satu penampilan yang menyita perhatian ialah Tari Nyerau binaan Rafniti dari SMPN 19 Kota Jambi. Tarian dengan gerakan lembut dan sarat makna budaya itu mendapat sambutan hangat dari tamu undangan.

Suasana semakin semarak saat vocal group para guru besar asal Kerinci dan Sungai Penuh yang dipimpin Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E., M.A tampil membawakan lagu-lagu daerah yang menghidupkan suasana kebersamaan.

Puncak kemeriahan terjadi saat kesenian tradisional Rentak Kudo ditampilkan sebagai penutup acara. Irama musik tradisional yang menghentak dipadukan dengan gerakan khas para penari sukses menghidupkan suasana ruangan.

Tidak sedikit mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan ikut larut menikmati pertunjukan budaya yang menjadi simbol persatuan dan identitas masyarakat Kerinci tersebut.

Halalbihalal HKK Nasional Provinsi Jambi itu sekaligus menjadi penegas bahwa budaya, persaudaraan, dan kekompakan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh tetap terjaga kuat di tengah kehidupan perantauan.(*)