Kabarina.com – Kinerja keuangan Bank Jambi kembali mendapat apresiasi dari kalangan pengamat perbankan. Salah satu indikator yang menjadi perhatian ialah rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang dinilai berada pada level cukup baik dan mencerminkan efisiensi perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis perbankan.

Pengamat perbankan, Laila Farhat, mengatakan rasio BOPO merupakan salah satu parameter penting dalam mengukur tingkat kesehatan sebuah bank. Menurutnya, semakin rendah rasio tersebut, maka semakin efisien bank dalam mengelola beban operasional dibandingkan pendapatan yang diperoleh.

“BOPO yang rendah menandakan operasional bank berjalan efektif dan efisien. Artinya, biaya yang dikeluarkan dapat dikendalikan dengan baik sehingga pendapatan yang diperoleh mampu menghasilkan laba yang optimal,” ujar Laila Farhat di Jambi, Minggu (10/05/2026).

Ia menjelaskan, efisiensi operasional memiliki peran penting dalam menjaga profitabilitas perusahaan di tengah persaingan industri jasa keuangan yang semakin dinamis. Selain faktor permodalan, kualitas aset, dan likuiditas, rasio efisiensi juga menjadi indikator utama yang diperhatikan regulator, investor, hingga masyarakat dalam menilai kinerja sebuah bank.

Menurut Laila, kemampuan menekan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan bukan perkara mudah bagi lembaga perbankan. Karena itu, capaian efisiensi yang berhasil dipertahankan Bank Jambi dinilai menjadi sinyal positif terhadap kualitas manajemen perusahaan.

Ia juga menilai langkah transformasi yang dilakukan Bank Jambi dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil nyata. Penguatan tata kelola perusahaan, pengembangan sistem digital, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia disebut turut berkontribusi terhadap membaiknya efisiensi operasional bank daerah tersebut.

“Keberhasilan sebuah bank bukan hanya dilihat dari besarnya pendapatan yang diperoleh, tetapi bagaimana manajemen mampu mengelola biaya secara disiplin, terukur, dan berorientasi pada produktivitas,” katanya.

Laila menambahkan, efisiensi operasional yang baik akan memberikan dampak besar terhadap kemampuan perusahaan dalam melakukan pengembangan bisnis. Dengan struktur biaya yang lebih sehat, bank memiliki ruang lebih luas untuk memperkuat ekspansi kredit, meningkatkan kualitas layanan, hingga mempercepat inovasi di sektor digital banking.

Menurutnya, perkembangan teknologi perbankan saat ini menuntut setiap bank untuk terus beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengutamakan layanan cepat, praktis, dan berbasis digital. Karena itu, efisiensi menjadi faktor penting agar perusahaan tetap mampu bersaing tanpa terbebani biaya operasional yang tinggi.

Sebagai bank pembangunan daerah, lanjut Laila, Bank Jambi memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Profitabilitas yang sehat dinilai sangat dibutuhkan agar bank mampu terus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan daerah.

“Jika efisiensi terus terjaga dan profitabilitas mampu dipertahankan, maka Bank Jambi memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih kuat, modern, dan kompetitif. Pada akhirnya, hal itu juga akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(*)