Bima Arya Dorong Investasi Danantara, Solusi Sampah Kota Jambi Tanpa Bebani APBD
Kabarina.com – Di tengah meningkatnya urgensi penanganan sampah perkotaan, Kota Jambi mulai menapaki jalur baru: mengubah persoalan klasik menjadi peluang investasi. Hal ini mengemuka dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, Rabu (15/4), yang menekankan pentingnya pendekatan inovatif dalam pembiayaan proyek strategis daerah.
Didampingi Gubernur Al Haris, Wali Kota Maulana dan Waki Wali Kota Diza, Bima Arya tidak hanya menjalani agenda formal, tetapi juga memanfaatkan momen interaksi langsung dengan masyarakat. Dari kegiatan lari pagi hingga diskusi santai di kawasan Hello Sapa, arah pembicaraan mengerucut pada satu isu utama: percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Talang Gulo.
Proyek ini dipandang sebagai solusi komprehensif atas persoalan sampah yang selama ini membayangi kota-kota berkembang. Namun, kekhawatiran terkait beban biaya operasional, khususnya tipping fee, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menjawab hal tersebut, Bima Arya menegaskan bahwa paradigma pembiayaan harus diubah. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak lagi bisa hanya bergantung pada APBD untuk membiayai proyek berskala besar.
“Ke depan, kita dorong pembiayaan berbasis investasi. Salah satunya melalui Danantara, sehingga tidak membebani keuangan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, skema ini mensyaratkan kesiapan mendasar, mulai dari ketersediaan lahan hingga kapasitas suplai sampah minimal 1.000 ton per hari. Jika prasyarat terpenuhi, investor akan masuk membawa teknologi dan sistem pengolahan modern.
Lebih jauh, Bima Arya mengungkapkan bahwa pemerintah pusat tengah mendorong model regionalisasi dalam proyek PSEL. Artinya, Kota Jambi tidak berjalan sendiri, melainkan akan terintegrasi dengan daerah sekitar untuk memenuhi skala ekonomi proyek.
Dengan pendekatan tersebut, ia optimistis persoalan sampah di Kota Jambi dapat dituntaskan dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
Sementara itu, Wali Kota Maulana menegaskan kesiapan pemerintah kota dalam mendukung penuh implementasi program tersebut. Mulai dari penyiapan lahan hingga penguatan sistem layanan publik menjadi bagian dari komitmen yang terus dipercepat.
Di tingkat yang lebih luas, sinergi antarlevel pemerintahan juga menjadi perhatian. Pemerintah provinsi dilibatkan dalam memastikan kebijakan pusat dapat berjalan efektif di daerah, terutama dalam kerangka perencanaan pembangunan jangka menengah.
Selain agenda pemerintahan, kunjungan Wamendagri juga menyentuh sektor akademik melalui kegiatan di Universitas Jambi, memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam isu tata kelola dan kepemimpinan daerah.
Menariknya, di sela agenda strategis tersebut, Bima Arya juga menunjukkan pendekatan yang membumi. Ia memilih menggunakan Trans Bahagia sebagai moda transportasi, sekaligus melihat langsung denyut kehidupan masyarakat dari perspektif pengguna layanan publik.
Kunjungan ini menegaskan satu hal penting, masa depan pengelolaan kota tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kecerdasan dalam merancang skema pembiayaan dan keberanian membuka ruang investasi.
Bagi Kota Jambi, langkah ini bisa menjadi titik balik dari beban sampah menjadi sumber energi, dari tekanan fiskal menjadi peluang pertumbuhan. (*)




