Kabarina.com – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., tampil sebagai salah satu pembicara inspiratif dalam forum berskala nasional bertajuk “The City Meetup” yang digelar di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (31/01/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-3 Yayasan Urun Daya Kota (Urun Daya Kota Foundation), yang dikemas dalam format festival diskusi bertajuk “Cerita Kota”. Forum tersebut menjadi ruang temu publik untuk membuka dialog, pertukaran gagasan, serta eksplorasi kolektif mengenai masa depan kota-kota di Indonesia.
Dalam forum tersebut, Wawako Diza berdiskusi bersama sejumlah tokoh pegiat tata kota dan ruang publik nasional, di antaranya Mas Jacob (Founder M Bloc Group), Vanesha Manuturi (Kota Kita Surakarta), serta Her Pramtama (Karsa CityLab & IAI).
Dalam paparannya, Diza menegaskan bahwa tantangan pembangunan kota saat ini semakin kompleks, seiring dengan dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terus berkembang. Menurutnya, partisipasi publik menjadi kunci utama agar pembangunan kota tetap inklusif, relevan, dan berkelanjutan.
“Kota tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai ruang fisik, melainkan sebagai ruang hidup yang dibentuk oleh ide, pengalaman, dan harapan orang-orang yang hidup di dalamnya,” ujar Diza di hadapan peserta forum.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat. Keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi warga dinilai akan menciptakan ekosistem perkotaan yang lebih sehat dan adaptif.
“Hal ini agar masyarakat bisa menerima pemerintah, dan pemerintah bisa semakin kolaboratif dengan masyarakat. Dengan dominasi usia muda di Indonesia saat ini, kolaborasi bersama menjadi penentu dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Diza turut mempromosikan potensi Kota Jambi di tingkat nasional. Ia memaparkan kekuatan Kota Jambi yang bertumpu pada sejarah, kearifan lokal, kekayaan kuliner khas, serta destinasi wisata unggulan yang terus berkembang.
Meski mengakui Kota Jambi tidak dianugerahi sumber daya alam melimpah seperti sejumlah daerah lain, Diza menegaskan bahwa Jambi merupakan kota yang terbuka dan inklusif bagi siapa pun yang ingin berkontribusi.
“Sebagai Wakil Kepala Daerah, saya berkomitmen untuk terus menyediakan ruang-ruang yang mewadahi komunitas agar dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kehidupan kota,” tegasnya.
Forum “The City Meetup” ini diikuti mayoritas peserta dari kalangan generasi muda yang antusias menyimak gagasan dan pengalaman para narasumber. Selain diskusi, kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivasi komunitas serta sesi refleksi kota.
Melalui partisipasi aktif dalam forum nasional ini, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat memperluas jejaring, menumbuhkan empati publik, serta memperkaya perspektif dalam memaknai kota sebagai ruang hidup bersama, demi perencanaan dan pembangunan Kota Jambi yang semakin partisipatif dan kolaboratif ke depan. (*)











