Kabarina.com – Aroma sate legendaris yang telah lama melekat di lidah masyarakat Jambi kini hadir dengan wajah baru yang lebih segar dan modern. Sate Eddy Mayang, salah satu ikon kuliner Kota Jambi, resmi menggelar Grand Re-Opening pada Senin (2/2/2026), menandai babak baru perjalanan usaha kuliner yang telah menjadi bagian dari denyut kehidupan kota ini.
Mengusung konsep desain santai, elegan, dan kekinian, transformasi Sate Eddy Mayang tampak jelas dari penataan ruang yang memadukan sentuhan interior modern minimalis dengan atmosfer hangat dan akrab. Konsep ini menjadikan Sate Eddy Mayang tidak hanya nyaman sebagai tempat bersantap keluarga, tetapi juga representatif untuk pertemuan formal, diskusi kreatif, hingga ruang berkumpul generasi muda.
Acara peresmian berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi, Drs. H. A. Ridwan, M.Si, yang hadir didampingi istri. Kehadiran Sekda menjadi representasi dukungan Pemerintah Kota Jambi terhadap pelaku usaha lokal. Dalam sambutannya, Ridwan turut menyampaikan permohonan maaf serta salam hangat dari Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas negara mengikuti agenda Rakorfimda se-Indonesia di Sentul, Bogor.
Dalam narasinya, Sekda Kota Jambi memberikan apresiasi atas langkah berani pengelola Sate Eddy Mayang yang melakukan transformasi tanpa meninggalkan identitas kuliner tradisional. Menurutnya, inovasi merupakan kunci agar produk lokal mampu bertahan dan bersaing di tengah pesatnya perkembangan industri kuliner modern.
“Pemerintah Kota Jambi sangat mendukung pelaku usaha yang berani bertransformasi. Sate Eddy Mayang adalah bukti bahwa kuliner tradisional bisa naik kelas tanpa kehilangan jati dirinya,” tegas Ridwan.
Kemeriahan acara semakin bermakna dengan kehadiran Ketua MUI Provinsi Jambi, Dr. H. M. Umar Yusuf, yang turut memberikan doa restu. Dalam tausiyah singkatnya, ia menekankan bahwa kesuksesan usaha tidak semata diukur dari keuntungan materi, melainkan dari keberkahan proses dan nilai moral yang dijalankan.
“Berdaganglah dengan jujur, karena kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja. Jangan pernah takut kekurangan karena berbagi. Gemar bersedekah akan membuka pintu-pintu rezeki yang tidak disangka-sangka,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi penguat nilai spiritual bagi manajemen Sate Eddy Mayang dalam menatap perjalanan usaha ke depan. Prosesi peresmian pun ditutup dengan momen unik dan sarat makna. Alih-alih seremoni potong pita, pembukaan ditandai secara simbolis melalui tradisi mengocok teh telur bersama oleh Sekda Kota Jambi dan Ketua MUI Provinsi Jambi.
Aksi tersebut menjadi metafora tentang kekuatan, kesabaran, dan ketekunan dalam membangun usaha. Suasana yang semula khidmat pun berubah hangat dan penuh keakraban ketika teh telur yang telah berbusa sempurna dinikmati bersama sebagai tanda dimulainya operasional wajah baru Sate Eddy Mayang.
Dengan konsep dan semangat baru ini, Sate Eddy Mayang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga cita rasa autentik yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kehadiran sejumlah tokoh masyarakat dalam acara tersebut kian menegaskan posisi Sate Eddy Mayang sebagai titik temu lintas generasi di Kota Jambi.
Melalui re-opening ini, Sate Eddy Mayang berharap dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di Jambi untuk terus berbenah, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai moral serta kearifan lokal dalam menjalankan usaha.(*)











