Portal Akses Jalan Proyek Perumahan Fatimah, Warga Kasang Pudak Tuntut Realisasi Kesepakatan
Kabarina.com – Ketegangan antara warga dan pihak perusahaan pengembang Perumahan mencuat di Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu. Pemuda RT 27 melakukan aksi pemortalan jalan yang menjadi akses utama menuju proyek Perumahan Fatimah, sebagai bentuk protes atas dugaan tidak ditepatinya kesepakatan yang sebelumnya telah dibicarakan.
Aksi pemortalan tersebut dilakukan secara terbatas. Warga masih diperbolehkan melintas, namun kendaraan proyek, termasuk mobil pengangkut material, tidak diizinkan masuk. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas pembangunan perumahan yang saat ini tengah berjalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan ini bermula dari adanya kesepakatan antara pihak pengembang dengan pemuda setempat. Namun hingga kini, kesepakatan tersebut disebut belum terealisasi, sehingga memicu kekecewaan di kalangan warga.
Kepala Dusun setempat membenarkan adanya aksi pemortalan jalan tersebut. Ia menyebutkan bahwa langkah yang diambil pemuda merupakan bentuk tuntutan atas komitmen yang sebelumnya telah disampaikan oleh pihak pengembang.
“Pemuda di sini hanya menuntut kesepakatan yang pernah dibicarakan sebelumnya,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari pemberitaan Halo Indonesia News.
Secara administratif, lokasi proyek Perumahan Fatimah diketahui berada di wilayah RT 28. Namun demikian, akses utama menuju lokasi proyek justru melintasi wilayah RT 27, yang kini menjadi titik konflik antara warga dan pihak pengembang.
Situasi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait transparansi dan komunikasi dari pihak pengembang, khususnya dalam penggunaan akses jalan lingkungan yang menjadi satu-satunya jalur menuju proyek tersebut.
Warga menilai, aktivitas pembangunan yang memanfaatkan akses jalan lingkungan semestinya didahului dengan kejelasan kesepakatan serta koordinasi yang matang dengan masyarakat terdampak.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengembang Perumahan Fatimah terkait persoalan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh informasi yang berimbang.
Warga menyatakan akan tetap mempertahankan pemortalan jalan hingga adanya kejelasan serta realisasi komitmen dari pihak pengembang.
Meski demikian, situasi di lapangan dilaporkan masih dalam kondisi kondusif, walaupun ketegangan sosial di tengah masyarakat masih terasa.
Berita ini disusun berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan oleh Halo Indonesia News dan hasil pengembangan redaksi. Redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebutkan.(*)




