Kabarina.com – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, menegaskan pentingnya regenerasi atlet untuk menjaga prestasi angkat besi Jambi di tingkat nasional maupun internasional. Harapan tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Angkat Besi Jambi di Gedung Pabbsi, Kota Baru, Minggu.
Kejuaraan yang digelar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pabsi) Provinsi Jambi ini berlangsung pada 22–25 November 2025 dan diikuti 60 atlet dari 8 pengkab/pengkot. Tiga daerah tercatat tidak mengirimkan atlet, yakni Sungai Penuh, Kerinci, dan Batanghari.
Dalam sambutannya, AKBP Mat Sanusi menyampaikan bahwa angkat besi Jambi telah menorehkan banyak prestasi membanggakan, baik di kancah nasional maupun internasional. Namun demikian, ia menekankan bahwa regenerasi atlet harus terus dilakukan.
“Angkat besi sudah menorehkan prestasi nasional dan internasional, ini adalah capaian luar biasa. Namun, kita harus terus mencari bibit-bibit baru agar Jambi bisa melahirkan lifter berprestasi sebagai penerus,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Pabsi Jambi, H. Imron Rosadi, mengapresiasi dukungan seluruh pihak sehingga kejurprov tahun ini dapat terselenggara dengan baik. Ia berharap kejuaraan-kejuaraan berikutnya dapat semakin besar dan berkualitas.
“Harapannya, kejurprov ke depan bisa lebih baik dan lebih besar, dengan jumlah peserta yang meningkat dan prestasinya juga naik hingga tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Beberapa lifter asal Jambi yang sudah mencatat prestasi internasional antara lain Jihan dan Rifki yang berlaga di Islamic Solidarity Games, serta Juliana Klarisa yang akan tampil pada SEA Games di Thailand, Desember 2025.
H. Imron juga meminta perhatian pemerintah terhadap peningkatan fasilitas latihan di Gedung Pabbsi yang dinilai perlu renovasi.
“Kami berharap fasilitas untuk latihan angkat besi dan angkat berat dapat lebih diperhatikan, karena gedung benar-benar membutuhkan perbaikan,” tambahnya.
Pabsi Jambi menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lifter muda potensial sebagai bagian dari program jangka panjang menggantikan para atlet senior.(*)











