Kabarina.com – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kempo Perkemi Provinsi Jambi Tahun 2025 resmi dimulai pada Kamis (27/11), menandai pembukaan rangkaian kompetisi olahraga beladiri kempo terbesar di tingkat provinsi. Ajang bergengsi ini akan berlangsung selama empat hari, 27–30 November, dan menghadirkan persaingan sengit antar-kenshi dari berbagai daerah.
Sebanyak 120 atlet dari tujuh kabupaten/kota, Kota Jambi, Kabupaten Bungo, Tanjab Barat, Tebo, Sarolangun, Muaro Jambi, dan Batanghari—siap bertarung pada 37 nomor pertandingan, yang mencakup embu, randori, hingga kategori kelas usia. Penyelenggaraan Kejurprov tahun ini menjadi bagian dari agenda pembinaan jangka panjang Perkemi Jambi untuk memperkuat regenerasi atlet sekaligus mengukur capaian prestasi masing-masing daerah.
Ketua Pengprov Perkemi Jambi, Adri SH MH, dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa Kejurprov 2025 bukan sekadar kompetisi rutin, tetapi menjadi tolok ukur perkembangan kualitas latihan dan program pembinaan yang telah berjalan di daerah.
“Kejurprov ini merupakan upaya peningkatan prestasi dalam mencetak para kenshi. Mari tingkatkan semangat dan prestasi, dan semoga Kempo Jambi kembali jaya seperti dahulu,” tegas Adri.
Ia juga menambahkan bahwa Perkemi Jambi berkomitmen memperkuat proses pembinaan sejak usia dini melalui klub-klub lokal, sehingga ke depan Jambi dapat kembali melahirkan atlet kempo yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Ketua KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kejurprov Perkemi 2025. Menurutnya, perhelatan ini menjadi wadah penting untuk mempersiapkan atlet menghadapi jenjang kompetisi yang lebih tinggi, mulai dari Porprov, Kejurnas, hingga PON.
“Semoga atlet-atlet kempo Jambi terus maju dan mampu meraih juara di berbagai event. Kejurprov ini menjadi ajang untuk menguji kemampuan sebelum menghadapi kompetisi yang lebih tinggi seperti Porprov dan PON ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa KONI Jambi akan terus mendukung cabang olahraga kempo dalam pengembangan fasilitas, pelatihan, dan peningkatan kompetensi pelatih agar pembinaan dapat berjalan lebih maksimal.
Pembukaan Kejurprov Perkemi Jambi turut dihadiri Ketua KONI Kota Jambi, Ketua KONI Kabupaten Bungo, serta sejumlah ketua cabang olahraga lainnya. Kehadiran para tokoh olahraga tersebut menjadi bukti kuat bahwa pengembangan olahraga kempo mendapat perhatian serius sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi daerah.
Atmosfer antusias tampak dari para atlet, pelatih, dan ofisial yang sejak pagi memadati area venue. Sorakan dukungan dari kontingen masing-masing daerah menambah semangat para kenshi yang akan bertanding. Beberapa nomor pertandingan unggulan diprediksi akan menjadi tontonan menarik karena menampilkan atlet-atlet potensial yang selama ini telah mengharumkan nama daerah di kejuaraan sebelumnya.
Kejurprov tahun ini diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet terbaik yang siap mengharumkan nama Jambi, tidak hanya pada ajang Porprov dan Kejurnas, tetapi juga di pentas yang lebih besar seperti PON, bahkan level internasional.
Selain menjadi arena kompetisi, Kejurprov juga menjadi ruang evaluasi untuk memperbaiki pola latihan, memperkuat mental tanding, serta memperluas kesempatan regenerasi atlet. Dengan dukungan penuh seluruh unsur olahraga, Perkemi Jambi optimistis dapat mengembalikan masa kejayaan kempo di provinsi ini.(*)











