Forum Pengawal Investasi Jambi Tegas: Dukung Investasi Sehat, Tolak Investasi Hitam

- Penulis

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabarina.com — Keberadaan Forum Pengawal Investasi Provinsi Jambi ditegaskan sebagai upaya konsolidasi masyarakat sipil untuk memastikan setiap investasi yang masuk ke daerah berjalan patuh terhadap regulasi, transparan, serta berpihak pada kepentingan rakyat. Forum ini hadir sebagai instrumen kontrol publik agar praktik investasi tidak menyimpang dari prinsip keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu inisiator pembentukan forum, Jefri Bintara Pardede, Ketua Perkumpulan Sahabat Alam Jambi, menegaskan bahwa Forum Pengawal Investasi sama sekali tidak dibentuk untuk menghambat masuknya investasi. Sebaliknya, forum ini justru mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemajuan daerah.

“Perusahaan investasi yang profesional pasti akan memenuhi seluruh ketentuan regulasi. Mereka juga melakukan mitigasi terhadap dampak sosial dan lingkungan, serta membuka ruang dialog dengan masyarakat. Itulah esensi investasi yang benar-benar pro-rakyat,” ujar Jefri.

Baca Juga  Gubernur Al Haris Dorong Kabupaten/Kota Percepat Bangun SPPG untuk Masyarakat

Menurutnya, keterbukaan informasi dan partisipasi publik merupakan fondasi utama investasi berkelanjutan. Investasi yang menutup diri dari pengawasan publik patut dipertanyakan orientasi serta dampak jangka panjangnya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Jefri juga menyesalkan masih adanya pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan masyarakat, namun justru merasa terganggu dengan kehadiran Forum Pengawal Investasi. Sikap tersebut dinilainya bertentangan dengan semangat transparansi dan pengawalan kepentingan publik.

“Kami membentuk forum ini dengan tujuan yang jelas, memastikan seluruh investasi di Jambi benar-benar pro-rakyat dan membawa kemajuan daerah. Jika ada pihak yang merasa risih dengan kehadiran forum ini, maka publik berhak mempertanyakan kepentingan apa yang sebenarnya sedang dijaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jefri mengingatkan bahwa praktik investasi yang tidak sesuai perizinan, tertutup dari pengawasan publik, serta dibiarkan tanpa penegakan hukum yang tegas merupakan bentuk investasi hitam. Praktik semacam ini, kata dia, hanya memperkaya segelintir kelompok dan meninggalkan persoalan sosial, lingkungan, serta ketimpangan struktural di tengah masyarakat.

Baca Juga  Karunia Global School Jambi Gelar Open House Bertema “Karunia Bagi Nusantara Indonesia Pusaka”

“Tutup mata dan pembiaran terhadap investasi ilegal hanya akan memperkaya kelompok tertentu. Investasi hitam tidak pernah membawa kemajuan daerah, justru menjadi sumber konflik dan ketidakadilan,” katanya.

Ia menegaskan, Forum Pengawal Investasi Provinsi Jambi hadir untuk mendorong perubahan paradigma pembangunan, di mana investasi harus menjadi instrumen kesejahteraan bersama, bukan alat eksploitasi yang dibungkus legitimasi semu.

Terkait langkah ke depan, Jefri mengungkapkan bahwa pengurus forum saat ini tengah mempersiapkan agenda Forum Group Discussion (FGD) dalam waktu dekat. FGD tersebut dirancang sebagai ruang diskusi terbuka dan akademik untuk membahas strategi mendorong iklim investasi yang sehat di Jambi, sekaligus mengkaji berbagai isu investasi yang menjadi polemik di ruang publik.

Baca Juga  Pemkot Jambi Kirim 11 Truk Bantuan Kemanusiaan Ke Sumbar, Total Donasi Capai Rp1,23 Miliar

“FGD ini kami siapkan sebagai ruang dialog objektif dan berbasis data. Kami ingin investasi dibahas secara terbuka, rasional, dan berpihak pada kepentingan publik, bukan sebagai alat pembenaran kepentingan kelompok tertentu,” jelasnya.

Melalui forum ini, diharapkan tata kelola investasi di Provinsi Jambi ke depan semakin transparan, adil, dan berkelanjutan, serta mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap arah pembangunan daerah.

“Investasi harus menjadi alat kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Prinsip itulah yang akan terus kami jaga dan kawal melalui Forum Pengawal Investasi Provinsi Jambi,” pungkas Jefri.(*)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rumah Dua Lansia Tak Berdaya Terancam Digusur, PBH PERADI Makassar: Ini Soal Kemanusiaan
Sekda Kota Jambi Hadiri Grand Re-Opening Sate Eddy Mayang
Apresiasi Prestasi MTQ Provinsi Jambi, Pemkot Jambi Berangkatkan Umroh 55 Kafilah
Lomba Pacu Perahu Dibuka, Gubernur Al Haris Gaungkan Sungai Batanghari Bersih
Pengurus KONI Kabupaten Bungo Resmi Dilantik, Mahili Siap Dongkrak Prestasi Atlet
Pemkot Jambi Pacu Investasi 2026, Targetkan Rp1,509 Triliun
Peringkat 1 Nasional, Pemprov Jambi Raih Opini Tertinggi Ombudsman RI Tanpa Maladministrasi
Juara Gubernur Cup Jambi 2026, FC Koja Diapresiasi Pemkot Jambi, Diguyur Bonus Puluhan Juta

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 00:15 WIB

Rumah Dua Lansia Tak Berdaya Terancam Digusur, PBH PERADI Makassar: Ini Soal Kemanusiaan

Senin, 2 Februari 2026 - 12:08 WIB

Sekda Kota Jambi Hadiri Grand Re-Opening Sate Eddy Mayang

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:52 WIB

Apresiasi Prestasi MTQ Provinsi Jambi, Pemkot Jambi Berangkatkan Umroh 55 Kafilah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:10 WIB

Pengurus KONI Kabupaten Bungo Resmi Dilantik, Mahili Siap Dongkrak Prestasi Atlet

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:48 WIB

Pemkot Jambi Pacu Investasi 2026, Targetkan Rp1,509 Triliun

Pos Terbaru

Daerah

Sekda Kota Jambi Hadiri Grand Re-Opening Sate Eddy Mayang

Senin, 2 Feb 2026 - 12:08 WIB